Jumat, 16 Januari 2015

Resensian Buku Hamdan Juhannis



           

Melawan Takdir


Judul              : Melawan Takdir
Penulis          : Prof. Hamdan Juhannis
Penerbit        : Alauddin University Press
Cetakan         : Juli 2013
Tebal              : XIV-333 halaman
ISBN               : 978-602-237-512-8

                     Buku ini sangat memotovasi kaum muda, terutama kaum muda Indonesia agar berusaha keras dalam menggapai cita-citanya. Seperti judul buku ini, penulis mengisahkan dirinya sebagai seorang pemuda yang berusaha melawan takdirnya dari seorang penduduk desa terpencil dan yatim, keluarga buta huruf , dan sangat miskin mampu S2 dan S3 Di luar negeri dan menjadi professor termuda ?”. Mungkin itu juga pertanyaan anda ketika melihat lebih dalam sosok Hamdan Juhannis. Buku ini Terdiri dari beberapa Kisah hidup memilukan sekaligus menyenangkan sang penulis mulai dari Sekolah Dasar(SD)-menjadi Professor Termuda yang di goreskan dengan pena diatas kertas hinngga tercipta sebuah buku setebal 333 halaman.


              Dalam bukunya, Hamdan mengisahkan kisah yang dapat memotivasi seluruh pembacanya, sehingga buku ini adalah buku yang paling di cari-cari di Pasaran, tetapi buku ini tak mungkin di perjual-belikan secara bebas karena Hak Cipta sudah di lindungi oleh Undang-Undang.
               Hamdan juga termasuk orang yang humoris, oleh Karena itu dalam bukunya juga terdapat candaan Seorang Hamdan Juhannis terhadap teman-teman dan gurunya (hal 54), Dimana pada saat itu penulis mengisahkan bahwa gurunya bertanya kepada ia dan 2 orang temannya tentang pekerjaan orang tua mereka. anak pertama menjawab “Ayahku adalah seorang pilot”, Anak kedua menjawab “Ayahku adalah Nahkoda kapal, lalu penulis(Hamdan) menjawab “Ayahku hanyalah tukang cat” yang lansung mengundang tawa dan ejekan teman sekelasnya. Setelah itu Anak pertama melanjutkann “Sebagai pilot,ayahku melintasi lima benua” yang di saluti ole kekaguman ibu gurunya. Anak kedua tidak mau kalah dan mengatakan “Sebagai Nahkoda, Ayahku sudah mengarungi Semua Lautan dan Samudera yang ada didunia ini” Gurunya berdecak kagum kpada kehebatan ayah keduanya. Dan Hamdan yang sejak berbicara sudah Nampak merasa minder, merasa nyali aroganisnya tertantang oleh kedua temannya, bertanya baliklah ia pada ibu guerunya “Apakah ibu guru pernah mendengar Laut Merah?”, Gurunya menjawab “Pernah,nak”, lalu Hamdan bertanya lagi “Pernahkah ibu guru mendengar Laut hitam?” Ibu gurunya menjawab lagi “Tentu pernah,nak” Hamdan Mengunci dan mengatakan “Kedua laut itu, ayahkulah yang mengecatnya”.
              Dalam buku ini, Hamdan Juga Mengisahkan Prestasi yang telah ia raih mulai Dari Madrsah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) selalu mendapat peringkat 3 besar dan menjadi murit teladan, lalu ia lanjut di Madrsah Tsanawiyah Negeri Watampone (MTsN), Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), dan beberapa sekolah lain. Ada salah satu cerita penulis yang mungkin tak pernah ia lupakan yaitu, saat ia kuliah sambil bekerja di Australia, ketika ia bekerja sebagai tukang pembersih ia diangkat menjadi asisten dosen.
              Setelah Hamdan menjadi seorang professor, ia sempat tak percaya semua yang telah ia lewati selama ini. dan dalam bukunya ini ia berkata “Bagi yang ingin bermimpi, bermimpilah setinggi keinginanya.Bermimpi itu adalah gratis. Siapapun berhak memimpikan apapun. Tidak ada aturan keprotokoleran untuk memimpikan sebuah cita. tidak ada prasyarat untuk memulai sebuah mimpi indah. Akulah bukti dari semua yang ku katakan itu”.
              Jika anda membaca buku ini maka anda akan tertarik untuk terus mengetahui sisi lain dari sosok Hamdan Juhannis yang dulunya orang  tak Berdaya, sekarang menjadi orang yang sangat berdaya, juga Tulisan dari Hamdan ini akan memotivasi anda untuk berbuat lebih baik.        
              Jadi Kesimpulan Dari buku ini adalah buku ini Dapat di jadikan sebagai motivasi bagi anda yang ingin sukses seperti Penulis yang dulunya sangat miskin dan terbelakang, sekarang telah menjadi seorang professor lulusan luar negeri yang dapat membanggakan nama Bangsanya, bangsa Indonesia.


Nama : Andi Alfikhsan Nuradam
Kelas  : IX RMBI